Pentingnya Bahasa Mori!
KAMUS MORI INDONESIADISUSUN OLEH L.LINGKUA,B.A.
Karya L. Lingkua BA, seorang pensiunan guru yang kini tinggal di Desa Tonusu, Pinggiran Danau Poso. Kamus setebal 350 halaman ini berisi belasan ribu Kata Bahasa Mori, Kabupaten Morowali, dari empat dialek utama.
Di wilayah Mori terdapat banyak dialek, dalam perbedaan tersebut semua dialek itu mengaku mori.
Mereka adalah suku Mori dan berbahasa Mori, hanya dialeknyalah yang berbeda. Masalahnya bagaimana cara Bahasa mori dapat dibudayakan kepada anak didik? bahkan kita semua warga mori yang kini Tidak lagi memimpikan untuk berbahasa mori, kini harus terancam punah.
Buat semua keluarga rukun morowali harus menyadari pentingnya membudayakan bahasa mori kepada keturunan kita nanti, jangan hanya digunakan ketika bertemu di kampung atau hanya menggunakan bahasa mori saat ada di rukun sedangkan saat berbicara sama anak atau cucu kita sangat sulit untuk mengajarkan satu kata saja. Padahal kalau kita merantau keluar kota minimal kita bisa mengajarkan bahasa mori kepada anak dan cucu kita.
Setidaknya kita harus melihat kedepannya nanti bagaimana jika perlahan bahasa daerah mori beransgsur-angsur ilang dan hanya diketahui oleh orang tua yang lama kelamaan akan menua.
Tujuan utama penulis, ialah: Melestarikan bahasa mori sejajar dengan bahasa-bahasa NUSANTARA yang lain agar bahasa mori terangkat bersama dengan semua dialek Mori, Sebagaimana di inginkan pemerintah melalui pengajaran muatan lokal.
Jadi, buat teman-teman jangan malu bertanya kepada orang tua kalian tentang bahasa. Mulailah untuk membudayakan bahasa di setiap daerah.


Komentar
Posting Komentar