Cerpen ku
Libur Karna Corona
Di suatu hari, Eirene, seorang pelajar kelas 11 siswa SMK Negeri 1 Palu, bangun pagi-pagi sekali seperti biasanya untuk bersiap ke sekolah. Ia pun bersiap berangkat lebih awal bersama ayahnya.
Setiba di pintu gerbang sekolah, Eirene menyapa gurunya yang ia temui saat ditangga menuju kelas dengan senyum manis yang terlihat dari wajahnya.
"Haii Ma'am, Selamat pagi" Sapa eirene dengan sopan
Ia pun bertemu dengan teman-teman dan belajar seperti biasanya, tiba saat jam pulang sekolah. Ia pun memperhatikan secara baik saat wali kelasnya Bapak Alfian masuk kekelas dan mengungumkan bahwa akan libur selama seminggu karena kaka kelas 12 akan mengikuti UN yaitu Ujian Nasional. Dan kami diharapkan untuk menyiapkan diri saat nanti kembali ke sekolah karna tanggal 16 maret 2020 untuk Jurusan UPW kelas 11 akan mengikuti city tour selama 3 hari, 2 malam.
"Liburr" Ucap teman-teman yang bersorak kegirangan
Eirene pun ikut senang, karena dapat istirahat dirumah lebih banyak dan tidak perlu bangun cepat untuk pergi ke sekolah.
Libur kali ini membawakan kekwatiran yang cukup besar, karna selama libur seminggu banyak berita yang menyebar bahwa Wabah Virus Corona menyebar di Indonesia. Sementara Eirene dan teman-teman kelasnya akan pergi untuk city tour tanggal 16 maret 2020.
Pada akhirnya, Ia mendapatkan berita dari wali kelas bahwa mereka harus libur karna covid-19 telah menyebar sampai ke Kota Palu.
Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu rencananya akan meliburkan seluruh siswa di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah itu selama 14 hari setelah ditemukannya adanya warga yang diduga terjangkit virus corona jenis baru atau COVID-19 yang saat ini sedang dirawat di RS Undata Palu.
15 Maret 2020
Eirene merasa campur aduk. Di satu sisi, ia senang karena tidak harus bersekolah selama waktu libur yang diberikan. Namun, di sisi lain, ia juga khawatir karena belum tahu betul apa itu virus corona dan bagaimana cara menghindarinya.
Beberapa hari pertama diliburkan, Eirene masih merasa senang karena bisa bermain-main di rumah tanpa harus terbebani oleh tugas sekolah. Namun, semakin hari ia semakin bosan karena tidak ada kegiatan yang menarik selain bermain gadget. Ia mulai merasa rindu dengan teman-temannya dan sekolah.
Setelah mengikuti beberapa program edukasi online dan membaca banyak artikel tentang virus corona, Eirene semakin memahami bahaya yang mengancam dirinya dan keluarganya. Ia mulai membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menggunakan masker saat keluar dan menghindari kerumunan.
Meskipun Eirene masih merindukan teman-temannya, ia mulai menikmati waktu luangnya dengan melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti memasak dan berkebun di halaman belakang rumah. Ia juga memanfaatkan waktu untuk belajar hal-hal baru dan mengeksplorasi hobi barunya.
Setelah setahun diliburkan, Eirene dan teman-temannya kembali ke sekolah dengan penuh semangat dan kegembiraan. Namun, kali ini mereka harus menjalani protokol kesehatan yang ketat di sekolah agar tidak terinfeksi virus corona.
Dari pengalaman ini, Eirene belajar bahwa meskipun harus diliburkan karena situasi yang tidak menyenangkan, ia masih bisa memanfaatkan waktu dengan cara yang positif dan bermanfaat. Selain itu, ia juga belajar bahwa menjaga kesehatan dan keselamatan diri serta orang lain sangatlah penting.


Komentar
Posting Komentar